Industri Tekstil Jawa Barat di Titik Nadir: Antara Penutupan Pabrik dan Badai PHK

image of a lot of coils with a threads at the sewing workshop.

Industri tekstil di Jawa Barat saat ini tengah berada dalam masa yang sangat menantang. Berdasarkan pantauan berita hingga Desember 2025, sektor ini menjadi penyumbang angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terbesar di Jawa Barat akibat kombinasi tekanan impor dan penurunan permintaan pasar.

Berikut adalah rangkuman berita dan kondisi terkini industri tekstil di Jawa Barat:

1. Gelombang Penutupan Pabrik dan PHK Massal

Beberapa pabrik besar dilaporkan telah menghentikan operasionalnya secara permanen atau melakukan efisiensi besar-besaran:

  • Karawang: Dua pabrik tekstil, termasuk lini bisnis polyester milik PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG), resmi tutup permanen pada November/Desember 2025 setelah mengalami kerugian beruntun akibat situasi bisnis global dan domestik.
  • Bandung & Bandung Barat: Perusahaan raksasa seperti PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBA Textile) dinyatakan pailit oleh pengadilan pada September 2025. Selain itu, perusahaan lain seperti PT Pulaumas dan PT Adetex juga terdampak krisis dengan ribuan pekerja terkena PHK.
  • Kabupaten Bogor: Dilaporkan terdapat 5 pabrik tekstil yang berhenti produksi secara diam-diam di tahun 2025 dengan estimasi total 3.000 pekerja kehilangan pekerjaan.

2. Penyebab Utama Krisis

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Barat menyebut industri ini “dihajar dari dua sisi”:

  • Gempuran Impor: Sektor hilir (pakaian jadi) diserbu produk impor ilegal dan barang bekas (thrifting), sementara sektor hulu ditekan oleh produk impor legal yang harganya jauh lebih murah.
  • Biaya Produksi & Upah: Banyak pengusaha mempertimbangkan relokasi ke Jawa Tengah karena upah minimum (UMK) yang lebih rendah dibandingkan Jawa Barat.
  • Permintaan Lesu: Meskipun pasar domestik tersedia, permintaan terhadap produk lokal menurun karena kalah bersaing dengan praktik predatory pricing barang luar negeri.

3. Upaya Penyelamatan dan Inovasi

Di tengah krisis, pemerintah dan pelaku industri masih berupaya mencari solusi:

  • Pameran Teknologi: Disperindag Jabar mendukung ajang Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2025 di Bandung untuk memperkenalkan teknologi digital printing dan mesin otomatis guna meningkatkan efisiensi produksi.
  • Investasi Baru: Meski banyak yang tutup, tercatat ada investasi masuk sekitar Rp304,4 miliar pada kuartal pertama 2025 yang menyerap hampir 2.000 tenaga kerja baru di sektor pakaian jadi.
  • Realokasi Global: Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyebut adanya potensi masuknya investasi dari China ke beberapa kota di Jawa Barat seperti Cirebon, Majalengka, dan Subang yang diharapkan membuka lapangan kerja baru hingga akhir 2025.

4. Isu Lainnya

  • Musibah Kebakaran: Pada Januari 2025, tiga pabrik tekstil di Margaasih, Kabupaten Bandung, mengalami kebakaran hebat yang menambah beban kerugian bagi industri di kawasan tersebut.
  • Kebijakan Upah: Para pengusaha tekstil di Jabar menyuarakan keberatan atas penetapan indeks pengupahan (Alfa) dalam PP Nomor 49 Tahun 2025 karena kondisi industri yang masih lesu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top